24 Maret 2015

♥ Karenamu, Aku Berterimakasih

Aku yang kini tak lagi sendiri, dan tak lagi berteman sepi
Aku yang kini tak lagi bersedih, dan tak lagi merintih sakit
Aku yang kini tak lagi histeris, dan tak lagi meringis
Aku yang kini tak lagi menangis, dan tak lagi harus mengemis
Ini semua karna kehadiran dia, sosok pria yang manis

Engkau yang mampu mengubah tangis menjadi manis
Engkau yang mampu mengubah sakit menjadi bangkit
Engkau yang mampu mengubah derita menjadi tawa
Engkau yang mampu mengubah resah menjadi bahagia

Rangkaian kata apa yang pantas aku ungkapkan selain terimakasih?
Mengingat diri ini bukanlah sosok wanita yang engkau ingin
Diri ini hanyalah wanita biasa yang tak mampu memberi inspirasi

Tak ada harap yang berlebih dari lubuk hati ini
Hanya dengan senyummu saja sudah cukup membuatku berarti
Hanya dengan kehadiranmu saja sudah cukup membuatku tak sendiri
Hanya dengan kebersamaan sehari saja sudah cukup membuatku tak bersedih
Hanya dengan kemauanmu untuk menerima kekuranganku saat ini saja sudah cukup membuatku berterimakasih

TERIMAKASIH, karnamu aku tak lagi sendiri
TERIMAKASIH, karnamu aku tak lagi bersedih
TERIMAKASIH, karnamu aku tak lagi menangis

18 Maret 2015

♥ Berada Pada Kasta Manakah Perasaanmu?


“Walau mendefinisikan perasaan sangat susah, tapi setidaknya perbedaan ini bisa membantumu untuk tahu isi hatimu.”

1. Tertarik
Rasa tertarik biasanya muncul paling pertama kali. Perasaan itu biasanya menyelip muncul ketika kamu tidak sengaja melihat atau menemukan sesuatu. Rasa tertarik ini adalah perasaan yang paling mendasar sebelum kamu bisa merasa kagum sama seseorang. Kalau kamu nggak tertarik sama seseorang, kamu nggak mungkin mendekati atau mencari tahu hingga bisa kagum, bahkan hingga suka, sayang dan cinta sama seseorang.
Waktu kamu tertarik, ada satu hal kecil dari diri seseorang yang membuatmu ingin mengenal dia lebih jauh lagi. Penulis percaya, setiap orang memiliki daya tarik yang hanya dianggap menarik oleh seseorang atau sebagian orang saja. Misalnya nih, mungkin kelebihanmu adalah orang yang straight to the point. Bagi sebagian orang mungkin hal itu bukan hal yang menarik dan menyenangkan, tapi mungkin buat seseorang atau sebagian orang, mereka melihatnya sebagai daya tarikmu. 
Rasa tertarik ini mudah sekali untuk pudar, apalagi bila tidak dibarengi dengan kemauan untuk mengenal orang itu lebih dalam lagi. Dengan frekuensi pertemuan dan interaksi yang minim, rasa tertarik itu mungkin akan mengapung di sana. Menjadi sekadar rasa tertarik, tanpa bisa bertumbuh menjadi rasa kagum.

2. Kagum
Rasa kagum itu bisa muncul kapan saja, dimana saja, sama siapa saja dan biasanya muncul setelah rasa tertarik muncul. Rasa kagum nggak terbatas hanya sama lawan jenis, tapi kamu juga bisa kagum sama temanmu yang sesama jenis. Rasa kagum biasanya muncul setelah kamu tertarik sama seseorang. Kamu jadi kagum karena orang itu memiliki kelebihan yang menurutmu menarik.
Contohnya nih, kamu bisa saja kagum sama cowok yang cakep dan tampan atau cewek berparas cantik dan anggun , kamu bisa juga kagum sama pemain gitar yang baru kamu lihat di konser, walau kamu nggak kenal siapa orang itu atau pun bagaimana kebiasaannya sehari-hari setelah kamu tertarik melihat permainan gitarnya yang lihai. Kamu juga bisa saja kagum dengan temanmu yang baru selesai presentasi dengan flawless dan berhasil meyakinkan dirimu serta seisi ruangan bahwa pemikirannya itu super keren.  
Biasanya, rasa kagum ini sifatnya sementara. Ketika kamu menemukan seseorang yang dapat membuatmu berdecak kagum lebih keras, maka rasa kagummu pada orang yang lama bisa saja hilang. Tapi ingat lho, guys, rasa kagum itu juga benih dari cinta, yang kalau disirami secara rutin dan teratur bisa bertumbuh.  
Bedanya kagum sama rasa lainnya? Saat kamu mengagumi seseorang, kamu akan selalu memperhatikan sisi atau kulit luarnya. Kamu hanya sebatas senang dengan apa yang ia lakukan dan ketika ada sisi buruk dari dirinya yang kamu temukan, rasa kagummu juga bisa hilang. Ketika seseorang itu tidak mencapai ekspektasimu, maka ucapkan sampai jumpa dengan orang itu.

3. Suka
Ketika kamu sudah tertarik dan kagum sama seseorang, lama kelamaan kamu bisa suka sama orang tersebut. Bagaimana bisa? Tidak ada penjelasan ilmiah di balik pernyataan ini tapi, satu hal yang penulis pegang pasti. Bila rasa kagum itu terus bertambah setiap waktunya, maka lama kelamaan secara tidak sadar, rasa suka bisa bertumbuh juga.
Mungkin awalnya kamu kagum karena sifatnya yang super pengertian. Kamu heran karena ternyata di dunia ini masih ada sosok yang bisa mengerti dirimu yang memang mudah panik. Setiap hari ada saja yang membuatmu kagum, kamu membuka lapis demi lapis hal yang menarik tentang dirinya dan secara tidak sadar, kamu suka padanya.
Kamu ingin dia jadi milikmu. Kadang rasa suka itu sifatnya egois karena secara tidak sadar, kita menuntut orang lain untuk tetap berlaku seperti yang telah dia lakukan sebelumnya. Melakukan hal-hal yang membuat kita suka padanya. Kadang di tahap suka ini, kamu merasa sudah mengenal orang itu sepenuhnya. Tapi pada kenyataannya, masih banyak ‘sisi lain’ dari orang itu yang belum kamu ketahui. Kenyataannya, banyak orang yang setelah tahu ‘sisi lain’ tersebut, mereka memutuskan untuk mundur dari medan pertempuran.

4. Sayang
Rasa sayang ini porsinya lebih besar dari rasa suka. Kalau di depot-depot, bisa dibilang rasa sayang itu porsi jumbo. Rasa sukamu sudah terakumulasi dan kini berubah menjadi rasa sayang. Rasa ingin memiliki, rasa ingin menghabiskan waktu bersama. Kamu bisa dibilang sayang seseorang saat kamu sadar ingin bertemu dengan dirinya setiap hari karena kamu senang dan nyaman di sisinya. 
Kamu merasa sayang padanya saat kamu melihat dia dari hatimu, bukan sekadar kulit luarnya saja. Kamu tahu sifat-sifat jeleknya dan berusaha untuk menemukan solusi untuk dirimu pribadi dan juga dirinya. Ketika kamu sayang seseorang, kamu bakalan berusaha supaya kalian berdua bisa bersatu, saling memiliki selamanya. Sebisa mungkin kamu akan menjadi yang terbaik untuknya dan berharap dia juga akan menjadi yang terbaik untuk dirimu. 
Secara tidak langsung, ada tuntutan walau kesannya lebih halus dan rapi.
 

5. Cinta
Kasta ini merupakan kasta yang paling berbahaya. Ketika kamu sudah bertemu cinta, kamu juga akan bertemu dengan yang namanya pengorbanan. Karena tidak ada cinta yang benar-benar nyata di dunia ini tanpa pengorbanan. Jangan langsung percaya ketika seseorang berkata, “Aku cinta padamu” karena kalau dia tidak menunjukkannya lewat tindakan nyata (sebuah pengorbanan), maka semuanya sia-sia.
Namun terkadang cinta ini membutakan. Seseorang yang sedang jatuh cinta akan melakukan segala hal demi membahagiakan orang yang dia cinta. Bahkan akan timbul EGO yang tinggi dan saling menuntut. 
Oleh karena itu, berhati-hatilah apabila kalian sedang dalam kasta ini. Tidak sedikit seseorang yang "gila" karena cinta.
 

6. Ikhlas
Nah ini dia nih kasta tertinggi dari sebuah perasaan. Nggak ada kata yang lebih tinggi lagi selain I-K-H-L-A-S. Ketika kamu merasakan ikhlas, kamu akan (bahkan wajib) memberikan 100 persen dari yang kamu miliki. Ketika kamu tahu apa yang namanya ikhlas, kamu tidak akan menuntut dia memberikan balasan. Mengapa? Alasannya ada dua. Pertama, karena kamu cinta dengan tulus pada orang itu dan cinta yang tulus tidak menuntut. Kedua, karena cinta yang tulus tidak menuntut, cinta yang tulus hanya mengharapkan. Kamu akan menunggu, walau kadang kamu tahu penantianmu bakal sia-sia. Dan kamu akan tetap merasa ikhlas walau pengorbananmu akan sia-sia.
Kamu akan tetap memperhatikannya, walau kamu tahu dia memperhatikan orang lain. Kamu tetap memandangnya, walau kamu tahu di bola matanya ada sosok lain yang ia dambakan. Kamu tetap menerimanya, walau kamu tahu di dalam dirinya terdapat banyak kekurangan. Bahkan Karena ikhlas berada di kasta paling tinggi, tidak heran tantangannya juga sangat besar. 
Kamu yang mengerti rasa ikhlas, berarti kamu juga mengerti ketika seseorang menjadi duniamu. Seakan-akan, dia jadi gravitasi yang selalu membuatmu jatuh berulang-ulang. Walau ada rasa sakit, tapi kamu indahkan karena dialah yang menjadi pusat duniamu.